Rechercher dans ce blog

Thursday, May 25, 2023

Mengenal Kue Khas Bugis Bolu Cukke: Filosofi, Sejarah, dan Cara Membuatnya - Detikcom

Daftar Isi

Makassar -

Bolu cukke merupakan kue kering khas Bugis, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kue ini berbahan dasar tepung beras dan gula merah yang kental akan nilai-nilai filosofi dan sejarah perantau suku Bugis.

Menurut sejarahnya, bolu cukke merupakan bekal para perantau saat pergi berlayar. Kue ini juga kerap dijadikan oleh-oleh untuk sanak keluarga.

Kue kering ini dapat bertahan lama, sehingga wajar saja jika dahulu dijadikan bekal oleh para perantau. Rasanya juga tak kalah nikmat dengan kue bolu pada umumnya dan dapat jadi pengganjal perut dikala lapar.

Mengulik filosofi Bolu Cukke sebagai ke khas Sulsel tentu tidak terlepas dari asal muasal kue ini sendiri. Berikut sejarah dan filosofi di balik kenikmatan Bolu Cukke.

Asal Usul Bolu Cukke

Nama bolu cukke diambil dari proses pembuatannya yaitu di cukke atau dalam bahasa Indonesia dicungkil. Jadi, bolu cukke merupakan bolu yang dicungkil.

Bolu Peca mulai dikenal pada abad ke-19 di wilayah Ajatappareng. Ajatappareng merupakan daerah yang meliputi Sidenreng Rappang (Sidrap), Parepare, dan Pinrang.

Budayawan Bugis-Makassar Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Firman Saleh SS S Pd M Hum mengatakan, awalnya kue bolu ini disajikan dalam wajan namun hasilnya kurang bagus, sehingga dibuatlah cetakan.

"Dulunya dibuat dalam wajan, namun hasilnya tidak menyuguhkan tekstur yang baik. Maka di buatkanlah wadah," jelas Firman kepada detikSulsel, Senin (3/4/2023).

Selain itu, dia juga mengatakan bolu cukke merupakan makanan para perantau. Bolu cukke menjadi bekal di perjalanan.

"Masyarakat Bugis merantau disemenanjung membawa makanan itu dijadikan sebagai bekal di perjalanan," kata Firman.

Firman kembali menambahkan bahwa kudapan khas Sulsel ini sering dijadikan oleh-oleh untuk keluarga. Hal ini membuktikan bahwa bolu cukke sudah ada sejak dahulu.

"Ini juga makanan yang dibawa untuk sanak saudara yang ada di sana. Itu yang menjadi bukti bahwa sudah ada pada saat itu," tambah Firman.

Filosofi Bolu Cukke

Bolu cukke menjadi kudapan legendaris bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Bahan-bahan dasar bolu cukke yaitu tepung beras (beras yang dihaluskan) dan gula merah mengandung filosofi yang mendalam karena kerap digunakan untuk mengisi acara adat.

Dikutip dari jurnal Universitas Negeri Makassar 'Makna Simbolik dan Tradisi Mappaleppe Tinja Masyarakat Bugis Hulo di Bone', beras merupakan simbol dari kemakmuran karena memiliki kekuatan simbolik dalam ritus tahapan kehidupan masyarakat Bugis.

Penjelasan tersebut juga sejalan dengan pendapat Budayawan Firman. Menurutnya, beras menjadi kekuatan dalam hidup masyarakat Bugis.

"Beras ini menjadi makanan pokok yang disimbolkan sebagai suatu kekuatan. Jadi kalau ada beras kita sudah hidup bagi masyarakat Bugis," ujar Firman.

Sementara itu, gula merah yang terkandung dalam bolu cukke juga sarat dengan makna. Rasa manis gula merah disimbolkan masyarakat sebagai penguat yang memberi cita rasa enak dan sehat.

"Gula merah menjadi simbol kekuatan. Apapun yang dicampur gula merah enak rasanya dan akan menjadi kuat," katanya.

"Masyarakat bugis meyakini dan sudah mendapatkan pembuktian bahwa mengkonsumsi gula merah itu akan menambah kekuatan sehingga filosofi bolu cukke itu menyimbolkan kekuatan bagi masyarakat bugis," Tutupnya.

Cara Membuat Bolu Cukke

Terlepas dari filosofi bolu cukke, kue ini memang menjadi menu andalan sejak dahulu. Hingga saat ini, Bolu Cukke masih dinikmati secara turun temurun karena rasanya yang sangat enak.

Gula merah yang telah bersatu padu dengan beras membuat rasa kue bolu menjadi manis. Sementara itu, proses pembuatannya juga masih secara tradisional yaitu dipanggang dengan cetakan "Palokko", sehingga memberi rasa dan aroma khas.

Tekstur bolu panggang ini sangat lembut dan empuk. Saat digigit, akan terasa kontur berpasir dan manis dari gula pasir yang bertabur melimpah diatasnya.

Penasaran dengan rasa kue Bolu Cukke? Simak bahan dan cara membuatnya berikut ini!

Bahan:

  • 250 gr gula merah
  • 5 butir telur
  • 1 sdt soda kue
  • 3 sdt gula pasir
  • 1/2 sdt vanili
  • 200 gr tepung beras
  • 200 gr tepung terigu
  • 50 ml Minyak goreng

Cara membuat:

  1. Sangrai tepung beras dan tepung terigu diatas api sedang hingga warna tepung berubah
  2. Dinginkan tepung dan ayak hingga halus
  3. Selanjutnya siapkan 5 butir telur dan campurkan semua bahan yaitu gula merah yang telah disisir, Vanili, soda kue dan gula
  4. Campur adonan dengan menggunakan mixer dengan kecepatan standar
  5. Ketika gula merah larut dengan adonan, naikkan kecepatan mixer hingga kapasitas tinggi
  6. Setelah adonan nampak mengembang, tambahkan 280 gr tepung beras dan tepung terigu yang telah disangrai sebelumnya
  7. Aduk-aduk adonan hingga tepung tercampur rata dan tambahkan kembali tepung sebanyak 140 gr tepung
  8. Selanjutnya, tambahkan 50 ml minyak setelah adonan dan tepung tercampur rata
  9. Aduk adonan hingga tidak ada minyak yang mengendap di permukaan adonan
  10. Panaskan cetakan yang telah di olesi minyak di atas bara api
  11. Masukkan adonan ke atas cetakan
  12. Panggang bolu hingga 10-12 menit
  13. Keluarkan bolu cetakan dengan cara dicungkil
  14. Taburi toping gula pasir di atas bolu.
(urw/urw)

Adblock test (Why?)


Mengenal Kue Khas Bugis Bolu Cukke: Filosofi, Sejarah, dan Cara Membuatnya - Detikcom
Read More

Curhat Orang Tua Tak Ikut Makan Kue Ultahnya, Wanita Ini Dibilang Ribet - detikFood

Jakarta -

Wanita ini curhat pengalaman sedihnya makan kue ulang tahun sendiri, tanpa orang tua. Bukannya bersimpati, netizen mengatakan wanita itu ribet. Tak sedikit netizen yang ikut memberi nasehat.

Saat ulang tahun, banyak orang ingin merayakannya dengan orang-orang terdekat. Mereka sengaja beli kue untuk ditaruh lilin dan dinikmati bersama-sama. Namun tak semua perayaan ulang tahun berlangsung manis.

Seorang wanita curhat di media sosial hingga jadi viral setelah diunggah kembali oleh akun Instagram @nyinyir_update_official (21/5). Terlihat wanita itu menyiapkan kue ulang tahun cantik berdesain kupu-kupu.

Curhat Orang Tua Tak Ikut Makan Kue Ultahnya, Wanita Ini Dibilang RibetWanita curhat media sosial kalau sedih makan kue ulang tahun sendirian. Foto: Instagram nyinyir_update_official

Menaruhnya di atas stoples besar, ia asyik makan kue ulang tahun sendiri. Di belakangnya ada sosok orang tuanya yang lalu lalang, namun tak memperhatikan dirinya.

"Di sini aku berharap bapa ke sini haha, kan senang banget dong lihat bapa kayaknya mau ke aku, tapi ternyata nggak, hahaha sabar ya diri," tulisnya di keterangan video.

Rupanya wanita itu berharap orang tuanya mengucapkan selamat ulang tahun, sekaligus ikut makan kue bersamanya. Tapi semua itu tidak terjadi.

"Yaudah mam kuenya sama cece aja, cece mau kok temenin aku mam kue hehe," kata wanita itu yang terlihat ditemani kucingnya. Unggahan video singkat inipun menarik perhatian netizen.

Mereka ramai memberikan pandangannya. Salah satu yang mendapat banyak tanda suka (likes) adalah komentar berikut, "Ribet kali, sukur-sukur masih ditanggungjawabin orang tua. Anak-anak sekarang pada lebay-lebay emang, padahal kepala orang tua mau meledak memikirkan besok kerja apa dan makan apa," kata netizen.

Ada juga yang berkomentar mengapa wanita itu tidak mengajak orang tuanya. "Lah kak, nggak kamu ajakin ya mana mau makan bareng, apalagi kamu bikin video juga. Orang tua kadang bingung, mendekati nanti dikira menghalangi frame. Lagian orang tuamu juga lagi ada kerjaan yang harus dikerjain, kecuali konteksnya lagi free keduanya," ujar netizen lain.

Netizen juga ada yang berharap kalau wanita itu perlu mengerti kondisi orang tua. "Maaf ya, kalau menurutku, orang tua zaman dulu memang lebih kaku dalam mengungkapkan rasa sayangnya ke anak. Tapi bukan berarti nggak sayang kok. Mungkin si mbak bisa nawarin dan ngajak orang tuanya buat makan kue bareng-bareng," tulis seorang netizen.

Curhat Orang Tua Tak Ikut Makan Kue Ultahnya, Wanita Ini Dibilang RibetOrang tuanya terlihat tidak menemani ia makan kue. Foto: Instagram nyinyir_update_official

Sebelumnya di media sosial juga viral kisah sopir ojek online (ojol) menabung demi beli kue ulang tahun sendiri. Ojol bernama Priyo Baskoro Aji itu terlihat mengumpulkan uang tips ke celengan plastik.

Pada hari ulang tahunnya, ia bergegas ke toko kue. "Happy birthday to me. Makasih ya sudah nemenin gue berjuang selama ini," katanya.

Ia juga menulis keterangan agar orang-orang tak lupa menyayangi dirinya sendiri. Terakhir, video ini ditutup dengan aksi Baskoro membagikan kue ulang tahun untuk orang-orang di jalan.

Simak Video "Unik Banget! Ada Kue Ultah dengan Saus Telur Asin"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)

Adblock test (Why?)


Curhat Orang Tua Tak Ikut Makan Kue Ultahnya, Wanita Ini Dibilang Ribet - detikFood
Read More

Ratusan Milenial Palembang Antusias Ikuti Pelatihan Usaha Kreasi Kue Bento - news.republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Ratusan milenial antusias mengikuti pelatihan menghias dan mempercantik kue bento cake di Jalan Residen Abdul Rozak 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 2, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). "Kegiatan Srikandi hari ini ialah DIY Bento Cake, yaitu menghias dan mempercantik kue," ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) Srikandi Ganjar Sumsel Nur Indah Haryani, seperti dilansir pada Kamis (25/5/ 2023).

Menurut Indah, kue bento ini sedang marak digandrungi kaum milenial, khususnya para perempuan. Oleh karena itu, pihaknya mengambil momentum tersebut untuk membuat pelatihan ini.

"Bento cake ini kan lagi marak di kalangan milenial. Jadi, kami memilih gelar giat DIY Bento Cake ini agar para milenial lebih tertarik untuk ikut serta meramaikan kegiatan ini," ujarnya di sela-sela pelatihan tersebut.

Perempuan berusia 24 tahun ini menjelaskan pelatihan menghias dan mempercantik kue tersebut dihelat agar para peserta yang mayoritas mahasiswa di Palembang itu dapat mengasah kreativitas dan makin produktif.

"Dapat pengetahuan. Lebih mengasah kreativitas masing-masing, kemudian lebih produktif lagi," katanya.

Indah menambahkan pelatihan ini bisa membuka peluang usaha bagi perempuan milenial untuk makin mengembangkan kemampuan diri.

"Iya, selain menambah kreativitas masing-masing, kami mengajak mereka agar bisa menjadikan kegiatan ini sebagai peluang usaha ke depan," ujarnya.

Indah mengatakan, para peserta yang hadir sangat antusias mengikuti pelatihan ini. "Ada sekitar 50 peserta. Antusiasme mereka sangat baik. Mereka sangat mendukung kegiatan ini," ucapnya.

Pihaknya berharap para mahasiswa ini bisa memanfaatkan pelatihan ini sebagai bisnis yang bisa dikembangkan setelah mereka lulus nanti.

"Semoga dari sini, kita bisa menambah pengetahuan, wawasan, relasi, bisa menjadi ladang bisnis untuk ke depan," katanya.

 Indah mengatakan, pihaknya juga berkolaborasi dengan usaha makro, kecil, dan menengah (UMKM) kue bento Aulia Cake untuk mendukung diselenggarakannya pelatihan tersebut. Ada instruktur dari UMKM itu yang membimbing para peserta dalam menghias bento cake.

Sementara itu, Mayang Sari, peserta pelatihan menghias kue bento, begitu antusias mengukuti jalannya pelatihan ini. Menurut dia, kegiatan ini mampu membangkitkan kreativitas perempuan milenial di Kota Palembang.

"Saya sangat antusias sekali bisa hadir di acara ini karena ini jadi pengalaman yang cukup menarik bagi saya menghias kue, sangat seru ya," ungkapnya setelah pelatihan selesai.

Perempuan berusia 20 tahun tersebut mengaku belum pernah menghias kue seperti ini. Hal tersebut menjadikan pelatihan ini sebagai pembelajaran yang sangat bermanfaat baginya. "Saya belum pernah mengias kue itu. Dari sini, saya bisa belajar," ucapnya.

Perempuan yang berkuliah di Universitas IBA Palembang tersebut bersyukur hiasan kuenya terpilih menjadi yang terbaik. Dia berharap bisa mengikuti kegiatan positif seperti ini lagi.

"Alhamdulillah, saya tidak menyangka hiasan kue saya menang, terpilih jadi salah satu yang terbaik. Saya berharap ke depan dapat mengikuti kegiatan seperti ini," katanya.

Setelah mengikuti pelatihan menghias kue, Mayang berharap bisa membuka usaha bento cake. "Setelah mengikuti acara hari ini saya cukup senang dan sangat tertarik membuka usaha kue. Insya allah semoga ke depannya kalau saya punya kesempatan dan rezeki saya akan menjalankannya," ujarnya.

Bukan kali ini saja kelompok serupa melakukan kegiatan yang mendorong milenial Sumsel untuk melihat peluang usaha. Belum lama ini mereka menggelar kelas memasak bertajuk "Cooking Time, Cita Rasa untuk Indonesia".

Acara yang dihadiri ratusan perempuan milenial dari berbagai kabupaten di Sumsel tersebut, mengundang chef profesional Dinda Alamanda sebagai pengisi acara.

Eks kontestan ajang pencarian bakat memasak terkenal di Indonesia tersebut memberikan kelas memasak masakan Indonesia.

"Kami ingin mengajak perempuan milenial di Sumatera Selatan untuk menambahkan kapasitas, dan ketertarikan mereka di dalam dunia memasak," kata Indah, demikian dilansir dari Antara. 

sumber : Antara

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

Adblock test (Why?)


Ratusan Milenial Palembang Antusias Ikuti Pelatihan Usaha Kreasi Kue Bento - news.republika.co.id
Read More

Wednesday, May 24, 2023

Harga Telur di Palembang Mahal, Pedagang Pempek-Kue Pilih Telur Retak - detikcom

Palembang -

Harga telur ayam ras di Kota Palembang hampir naik cukup tinggi dalam dua minggu terakhir. Telur ayam yang menjadi salah satu kebutuhan pokok ini pun dikeluhkan warga khususnya ibu rumah tangga.

Imbas dari naiknya harga telur ayam ini, warga pun beralih membeli telur ayam retak dan pecah untuk menyiasati harga telur ayam utuh yang per kilonya mencapai Rp 30 ribu, Sedangkan telur ayam retak atau pecah Rp 25 ribu/kg.

Pantauan detikSumbagsel, di Pasar 26 Ilir Palembang, terlihat warga sejak pagi sudah datang ke kios milik Ria yang menjual telur ayam retak.

"Sudah sejak habis lebaran harga telur ayam terus melonjak naik. Saat ini satu kilo telur ayam utuh Rp 30 ribu/Kg kalau yang pecah atau retak Rp 25 ribu/kg," ujar Ria.

Menurutnya semenjak harga telur ayam naik, omzetnya turun drastis hingga 50 persen.

"Walau jual telur retak pembeli juga sepi karena harganya juga masih mahal," ungkapnya.

Sementara itu, Nira salah satu pembeli telur retak mengatakan, ia memilih telur retak atau pecah karena untuk menyiasati harga telur utuh yang mahal.

"Saya jualan pempek jadi butur telur yang banyak untuk menyiasatinya harganya yang jauh lebih murah saya beli yang pecah tapi kualitas tetap bagus dan langsung pakai," ujarnya.

Menurut Nira, sebenarnya lebih bagus menggunakan telur utuh untuk menjaga kualitas namun harga telur yang mahal membuatnya beralih ke telur retak.

Senada dengan Nira, Ita pedagang kue juga memilih telur retak untuk digunakan sebagai bahan masakannya agar biaya produksi tidak merugi meski untungnya sedikit.

"Cara menyiasatinya seperti ini beli telur retak karena kualitas masih OK dan langsung dipakai karena ini menjadi alternatif agar dagangan tetap jalan," pungkasnya.

Simak Video "Rumah Mewah di Palembang Dibobol Tukang Bangunan, Rp 1 M Raib"
[Gambas:Video 20detik]
(nkm/nkm)

Adblock test (Why?)


Harga Telur di Palembang Mahal, Pedagang Pempek-Kue Pilih Telur Retak - detikcom
Read More

Tuesday, May 23, 2023

Kuliner NTT, Kue Poa Poa Kriuk Mix Ubi Ungu ala Ferry Ndoen Minum deng Teh Panas ato Wedang Jahe - Pos-Kupang.com

POS-KUPANG.COM - Sahabat kuliner ntt yang berbahagia, kitong hari ini kitong mo ulas tentang ubi ungu Timor.

Beta beberapa hari lalu pi Pasar Oeba, beta liat ame ini ubi ungu dijual pedagang di meja, dan beta beli ame 2 kumpul.

Satu kumpul beta su pakai untuk rebus dan minum deng kopi alia.

Dan satu kumpul, beta goreng pakai terigu ko untuk minum deng teh panas.

Goreng ubi ungu, paleng cum taro terigu  campur ame deng tepung beras biar ko agak garing.

Abis na taro sdikit gula pasir dan sdikit garam ko adukkkk su dia pung adonan ko bisa garing.

Tapi kali ini sahabat kuliner ntt yang berbahagia, beta bikin mix ato campuran.

Baca juga: Video Viral TikTok, Makan Siang di Kota Kuningan, Sukabumi Jawa Barat, Bawa Kambing Asap

Adonan kue beta bikin kue poa poa kriuk agak kici seperti kiri kiri, lalu lainnya beta campur deng ubi ko bikin ubi goreng ungu.

Bikin adonan harus kocok merata.

Kalo adonan su merata,na taru ame irisan ubi ungu Timor  ko tinggal goreng suuuu...

kasi panas ame ini minya bimoli panas di wajan ko goreng ubi ungu sampai merah.

Dan adonan lain bikin kici kici supaya kriuk seperti bikin kiri kiri.

Inga capuran adonan terigu dengan tepung beras.

Jang bikin adonan kue talalu kering dan juga adonan jang talalu encer ato noeee ...ee.

Adblock test (Why?)


Kuliner NTT, Kue Poa Poa Kriuk Mix Ubi Ungu ala Ferry Ndoen Minum deng Teh Panas ato Wedang Jahe - Pos-Kupang.com
Read More

Rintis Bisnis Kue saat Belajar Daring, Siswi SMA di Bandung Kini Raup Cuan Jutaan | merdeka.com - Merdeka.com

Rintis Bisnis Kue saat Belajar Daring, Siswi SMA di Bandung Kini Raup Cuan Jutaan Siswi SMA di Bandung Raup Cuan Jutaan dari Jual Kue saat Belajar Daring. ©2023 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Merdeka.com - Pembelajaran daring di masa Pandemi Covid-19 memantik sisi kreatif Nazla Nuraeni. Siswa yang saat ini duduk di bangku kelas 3 salah satu SMA di Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu mampu menghasilkan cuan hingga jutaan rupiah dari kegiatannya berjualan kue berjenis Korean Cake. Usahanya pun kini terus berkembang hingga sekarang.

Dituturkan Nazla, kue buatannya dirinya memiliki daya tarik tersendiri lantaran memiliki motif yang unik dan lucu seperti karakter kartun. Ini juga yang membuat para konsumen memilih memesan kue custom ke dirinya.

taboola mid article

“Korean cake itu mirip sama kue-kue yang lainnya. Yang membedakan itu dekornya, jadi tampilannya itu kaya kue-kue yang warna pastel bisa ada gambarnya dan bisa rikues” kata Nazla, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 SCTV, Senin (22/5).

2 dari 6 halaman

Dirintis tahun 2021

siswi sma di bandung raup cuan jutaan dari jual kue saat belajar daring

Siswi SMA di Bandung Raup Cuan Jutaan dari Jual Kue saat Belajar Daring ©2023 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Usaha kue miliknya ini diketahui pertama kali dikembangkan pada 2021 lalu. Saat itu dirinya masih kelas 1 SMA, dan harus melaksanakan pembelajaran full di rumah karena kebijakan pembatasan wabah.

Ia kemudian mencoba merintis usaha kue dengan berbagai gambar lucu yang bisa dipesan secara khusus. Ketika itu dirinya juga hanya dibantu oleh bapak dan ibunya, mulai dari proses awal sampai finishing.

“Berawal dari Covid-19 tahun 2021, pembelajaran menjadi online. Karena tidak sekolah, saya mencoba mengisi waktu luang dengan membuat cake” katanya.

3 dari 6 halaman

Menuangkan hobby melukis

siswi sma di bandung raup cuan jutaan dari jual kue saat belajar daring

Siswi SMA di Bandung Raup Cuan Jutaan dari Jual Kue saat Belajar Daring ©2023 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Usaha kuenya ini lantas ia kembangkan lagi dengan memasukkan banyak unsur kreatif dari gambar yang bisa dipesan. Ini berangkat dari hobinya melukis yang sudah ia kuasai sejak masih anak-anak.

“Berawal dari hobi saya yang suka menggambar dan melukis dari kecil dan ibu saya yang juga suka membuat kue, saya kemudian tertarik untuk ke bidang yang sama, namun dengan tren yang menarik dan hits saat ini” katanya lagi

Kue-kue yang dibuat Nazla ini kemudian memiliki motif dan gambar yang menarik, dengan ukuran yang bermacam-macam.

Korean cake sendiri memiliki keunikan dibanding kue-kue lainnya karena bertekstur ringan, lembut namun tidak mudah hancur. Kue ini banyak disukai anak muda lantaran memiliki rasa yang lezat dan motif yang lucu.

4 dari 6 halaman

Sempat kesulitan membagi waktu

Setelah beberapa waktu Nazla mengaku sempat kesulitan menyesuaikan antara jam sekolah, dengan waktu pembuatan kue sesuai pesanan. Lambat laun ia kemudian mampu beradaptasi dan terus menciptakan ragam gambar di Korean cake buatannya.

“Saya sendiri sekolahnya itu full day dari jam 7 sampai jam 4 sore, kadang ada kerja kelompok sampai maghrib, terus istirahat sebentar dan lanjut bikin kue, jadi lumayan kesulitan untuk membagi waktu istirahat” katanya.

Walau demikian, ia selalu berusaha untuk tetap disiplin memenuhi pesanan pelanggan. Alhasil cuan hingga belasan juta rupiah mampu ia kumpulkan hampir tiap bulannya.

“Untuk omzet alhamdulillah meningkat terus, sekitar Rp7 juta sampai belasan juta rupiah. Harapannya sendiri saya ingin memiliki toko bakery sendiri dan ingin mempekerjakan orang lain” tambahnya.

5 dari 6 halaman

Disupport orang tua

Kedua orang tua Nazla turut bangga anaknya memiliki usaha sendiri di usia yang masih terbilang muda. Secara bergantian, ibu dan bapaknya akan membantu mulai dari membuat kue, membuat dekorasi sampai mengemasnya.

“Saya dari dulu memang hobi membuat kue, namun saat ini saya membantu mengembangkan bisnis anak saya” kata Elis Siti Anas, ibu Nazla.

Orang tua Nazla juga selalu menyemangati anaknya agar bisa optimis menekuni usaha Korean cakenya.

“Paling hanya sekedar bisa membantu belanja bahan baku, dan ala kadarnya di rumah seperti ada gambar yang mau dipotongin, taruhlah aksesoris seperti kupu-kupu, dan mensupport supaya tetap optimis dan semangat serta yakin” kata ayah Nazla, Sobari.

6 dari 6 halaman

Promosi melalui media sosial

Ditambahkan Nazla, dirinya hanya memasarkan produknya melalui halaman media sosial. Kebanyakan para konsumennya adalah anak-anak muda yang mencari kue-kue gemas dengan harga yang terjangkau.

“Kalau promosinya memang di media sosial saja” tambahnya

Erisa, salah satu pembeli mengaku puas dengan kualitas kue yang dibuat oleh Nazla. Menurutnya walaupun harganya murah, namun kualitasnya tidak diragukan lagi.

“Jadi dari harganya sendiri sangat-sangat worth it ya, sama rasanya juga sesuai dengan budget. Enak” kata Erisa.

[nrd]

Adblock test (Why?)


Rintis Bisnis Kue saat Belajar Daring, Siswi SMA di Bandung Kini Raup Cuan Jutaan | merdeka.com - Merdeka.com
Read More

Ciptakan Peluang Usaha, Milenial di Blora Antusias Ikuti Pelatihan Menghias Kue - VIVA - VIVA.co.id

Selasa, 23 Mei 2023 - 23:05 WIB

VIVA Nasional – Perempuan milenial yang tergabung dalam Srikandi Ganjar Jawa Tengah (Jateng) mengadakan berbagai kegiatan yang memiliki nilai manfaat bagi para anak muda. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan menghias kue bersama perempuan muda di Kelurahan Greneng, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa 23 Mei 2023

Putri Indah selaku koordinator Srikandi Ganjar Jateng mengatakan dalam kegiatan itu mereka melibatkan puluhan perempuan milenial.

Baca Juga :

"Kami mengadakan kegiatan menghias cupcake untuk millenial di Kabupaten Blora bersama UMKM setempat Cake & Cookie by Ilmia," ujar dia dalam siaran persnya, Selasa.

Ilustrasi pelaku usaha UMKM.

Ilustrasi pelaku usaha UMKM.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Dalam kegiatan itu, para peserta pelatihan diajarkan teknik menghias cupcake dengan berbagai macam bentuk dan warna. 

"Selain itu, peserta juga diberikan tips dan trik dalam menghias cupcake dengan dekorasi yang menarik," ujar Indah.

Pelatihan menghias cupcake ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada para milenial dalam hal membuat dan mengolah makanan dengan cara yang kreatif dan unik.

Halaman Selanjutnya

"Dengan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam menghias kue," ujar dia.

img_title

Baca Juga :

Adblock test (Why?)


Ciptakan Peluang Usaha, Milenial di Blora Antusias Ikuti Pelatihan Menghias Kue - VIVA - VIVA.co.id
Read More

10 Makanan Khas yang Wajib Ada Saat Imlek - detikJatim

Daftar Isi Surabaya - Saat Imlek tiba, meja makan dipenuhi dengan beragam hidangan yang melambangkan harapan dan keberuntungan untuk tah...